Mungkin sedikit orang yang mengenal tentang akar pahit. Bila belum mengenalnya, lebih baik tidak mengenalnya. Bila dirasakan sakitnya hingga ubun-ubun..
Jauh lebih banyak,laki-laki lah yang mengalaminya, seperti makanan sehari-hari.
Kali ini seorang laki-laki..
Parasnya mungkin tampan, seorang yang terlihat kacau balau dalam hidupnya. yang ia suka adalah drugs,minuman, ya semacam itulah..
Banyak faktor yang membuatnya menjadi seorang anak yang brutal, bukan hanya karena teman sepergaulannya tetapi karena KELUARGA yang lebih tepatnya adalah seorang PAPA!
Kenapa?! karena selalu amarah yang ia terima, pukulan, kecaman, tendangan ya seperti itu.
Sakitnya sampai ke ubun-ubun! benci, ketidakakuran, hingga ia sendiri mempunyai keinginan untuk membunuh papaya. Itu akar pahit yang telah merambah hatinya hingga berakar, sulit sekali untuk dicabut. Walaupun dia terlihat garang dan sebagai seorang pembunuh, tetapi ia merindukan sesosok papa yang ia rindu. Tidak dari pelukan, bahkan sebutan namanya ia rindu untuk mendengar dari bibir sang papa. Sampai suatu hari ia mengikuti ret-reat atau yang biasa disebut pendalaman rohani. Anehnya, ia pergi ke sana dengan membawa teman-temannya yang merusaknya. Rencananya ingin bersenang-senang di sana. Suatu saat, pada waktu kebaktian berlangsung dan ketika itu ada pelepasan hati BAPA, ia lebih suka duduk di pojokan belakang. Dimanapun ia, Tuhan tetap melihatnya dan menunjuknya lewat Pendeta. Kamu! ya kamu yang dipojok belakang! Bapa mengasihi kamu..
Pada saat itu juga ia menangis, ia tersungkur, ia mencabut akar pahitnya, dan ia mengampuni papanya. Di sana ia bersaksi, betapa kelam hidupnya tanpa KASIH Tuhan. Kasih Bapa di surgalah yang menyentuh hatinya, walaupun Bapa yang di bumi jauh berbeda mulai saat itu ia mau untuk mengasihi sang Papa. Ia mau mengambil keputusan yang besar yang berawal dari tercabutnya akar pahit itu. Sampai sekarang, ia sangat mengasihi keluarganya terutama PAPA, ia banyak bersaksi, ia menjadi seorang penginjil dan pekerja keras, dan yang luar biasa yang ia minta kepada Bapa di surga adalah 400 MILYAR untuk membangun Rumah Sakit, Rumah Singgah, dan lainnya GRATIS.
Based on a true story
Tidak ada komentar:
Posting Komentar