Kamis, 14 Oktober 2010

Pelangi yang dijanjikan

Ketika tapak kaki yang melangkah telah renta, hentakan nyaris tak terdengar, seakan tangan sukar untuk terkepal.

Ketika dada dan jantungmu disobek bagai kertas, urat kakimu bagai tertarik hingga ke atas, dan itu hanya untuk alat penyambung nafasmu.

Ketika kehidupan antara dunia dan akhirat, dua belas jam berputar dan suara detik bagai meneriakkan kesakitan, kehancuran, dan rasa kehilangan.

Ketika darah menghilang dan dicari entah kemana, seakan mencabik dan menarik jiwa seakan ingin menggantikan rasa sakitnya.

Ketika suara doa mengalun di udara, panggilan-panggilan harapan dipanjatkan, dan tangisan tergerai dari satu sisi, ke sisi lain yang tak terlihat.

Ketika kelumpuhan ujung jari kaki telah berada di dua roda yang mengapung dilantai, tangan-tangan lain yang menjamah dengan belas kasihan.

Ketika tapak jalan, semangat hidup, kekuatan, sukacita,  lenyap seakan hanya menjadi kenangan.

ketika sentuhan kasih sayang, semangat didobrak,  suara doa dipanjatkan,  semua seperti pelangi yang dijanjikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar