Ketika bercermin yang dapat dilihat hanyalah tubuh, tapi engkau tidak menahu tentang sisi lain dalam dirimu. Ketika engkau tersenyum, apakah engkau berusaha untuk membuat tersenyum sisi lain dari padamu?.
Semata-mata hanya seniman yang bisa menerima sisi itu dengan khayalan ataupun pikiran. Semata-mata hanya penyair yang dapat menyerukan, dan meneriakkan tentang hal itu.
Dunia khayal mungkin menyakitkan, tetapi akan indah pada waktunya ketika engkau berfikir dengan telanjang bersih.
Jadikan senyummu seperti anak-anak kecil yang terlihat sukacita dengan penderitaan yang ada di depan batang hidung mereka. Karena, dengan itu senyummu jauh lebih berharga untuk sisi yang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar