Sabtu, 09 Oktober 2010

Tersenyum

Ketika bercermin yang  dapat dilihat hanyalah tubuh, tapi engkau tidak menahu tentang sisi lain dalam dirimu. Ketika engkau tersenyum, apakah engkau berusaha untuk membuat tersenyum sisi lain dari padamu?.

Semata-mata hanya seniman yang bisa menerima sisi itu dengan khayalan ataupun pikiran. Semata-mata hanya penyair yang dapat menyerukan, dan meneriakkan tentang hal itu.

Dunia khayal mungkin menyakitkan, tetapi akan indah pada waktunya ketika engkau berfikir dengan telanjang bersih.

Jadikan senyummu seperti anak-anak kecil yang terlihat sukacita dengan penderitaan yang ada di depan batang hidung mereka. Karena, dengan itu senyummu jauh lebih berharga untuk sisi yang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar