Kamis, 14 Oktober 2010

Tidurlah


Badan yang kusam melanda dari ujung kaki hingga ujung kepala, dengan kelopekan sedikit diwajah yang nyaris meah kecokelatan.

Suara-suara tawa dan gelinding roda yang menderu hanya angin lalu baginya.

Sesuap yang sulit untuk masuk ke dalam perut yang hampir busuk, sisa-sisa yang ada diterimanya dengan sukacita.

Lantai yang keras bagai batu kali seakan pulau kapuk yang tidak ada tandingannya, dan seakan air liur yang mengalir bagai hujan kebahagiaan.

Pagi, siang, malam, tidak ada arah kemana hendak berjalan. yang ia tahu hanya berjalan,berjalan, berjalan, dan berjalan tanpa tujuan.

Tangkaplah mimpimu beserta kesenangan alam tidurmu yang hanya sementara, dan tidurlah.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar